Rabu, 15 November 2017

Refleksi, 15 November 2017 - Berfungsikah telingamu?


            Kehangatan tidak hanya dapat dirasakan oleh orang yang sudah dewasa saja. Namun anak-anak dengan usia yang begitu kecil, yakni berkisar empat hingga enam tahun pun mampu merasakannya. Dipagi yang teduh kala itu, seperti hari-hari sebelumnya saya melangkahkan kaki untuk memulai hari-hari saya disebuah universitas yang cukup terkenal ditengah keramaian kota Jogja. Dengan blazer almamater abu-abu yang menyatu dengan keteduhan dipagi itu, saya melangkah dari sebuah komplek kecil daerah Seturan dengan penuh harapan akan hari itu ke kampus dimana saya selalu mengawali mimpi-mimpi saya setiap hari. Universitas Kristen Duta Wacana.
            Pagi itu menunjukan pukul 06.30 saat saya tiba ke muara mimpi saya. Bersama beberapa teman, saya melanjutkan langkah kaki saya ke sebuah bangunan kecil diantara gedung pembesar lainnya yang tak jauh jaraknya dari muara mimpi saya. Sontak saya menggapai pagar hitam yang berdiri kokoh sebelum langkah saya melanjutkan perjalanan mimpinya. Sambutan hangat anak berusia lima tahun bernama Fian, dengan senyumnya yang begitu manis telah mengawali kehangatan dipagi hari yang teduh itu. Dengan suara nyaringnya ia memperkenalkan diri, tanpa berpikir panjang saya langsung menyambut hangat Fian dan beberapa temannya yang begitu antusias melihat kedatangan saya dan teman-teman saya.
             Tak terasa saya sudah berada ditengah kehangatan gedung kecil yang disebut taman kanak-kanak, satu per satu manusia kecil itu berdatangan, mereka tidak sendiri. Ada malaikat yang begitu hangat senantiasa mengantarkan mereka masuk kedalam gedung hangat ini. Senyum mereka satu per satu terlukis dengan begitu manis hingga keteduhan pagi itu merasa malu melihat senyum manis mereka. Setengah hari bersama mereka terasa begitu cepat, disetiap detiknya satu per satu anak senantiasa menghampiri saya. Mereka tidak meminta apa-apa, mereka hanya datang, duduk dan sedikit menceritakan pengalaman mereka, yang bagi orang dewasa itu adalah hal yang sangat tidak perlu untuk diceritakan. Mereka tidak meminta kita untuk mengomentari setiap hal yang mereka ceritakan, mereka hanya ingin didengar, kita sebagai orang dewasa cukup duduk dan mau untuk mendengarkan mereka. Hal sesederhana inilah yang mereka butuhkan dari setiap orang dewasa.
            Bukan mainan, bukan makanan atau bahkan fasilitas bak kerajaan yang anak-anak inginkan dari orang dewasa, namun mereka hanya ingin didengar, sebagai mana mereka adalah manusia. Makhluk social yang tidak hanya dikendalikan begitu saja oleh orang dewasa, tidak hanya sebuah boneka yang kita bentuk sesuai kenginan kita. Dari seorang anak kecil bernama Bunga, dengan dua ikat rambut dimasing-masing sisi kanan dan kiri telah mengingatkan saya, bahwa seringkali kita lupa akan fungsi dari telinga kita, dimana kita lebih memilih berbicara dan membuat pagi menjadi semakin dingin hingga lupa bagaimana cara mendengar suara lembut manusia kecil yang senantiasa memberi kehangatan dipagi yang teduh bahkan pagi yang begitu dingin. Saya ingin menutup refleksi ini dengan sebuah pertanyaan yang sudah tertulis jelas dijudul bacaan ini, yakni "Berfungsikah telingamu?" Tuhan memberkati...

Gubuk kecil dengan secangkir kehangatan~ 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar