Kehangatan tidak hanya dapat
dirasakan oleh orang yang sudah dewasa saja. Namun anak-anak dengan usia yang
begitu kecil, yakni berkisar empat hingga enam tahun pun mampu merasakannya. Dipagi
yang teduh kala itu, seperti hari-hari sebelumnya saya melangkahkan kaki untuk
memulai hari-hari saya disebuah universitas yang cukup terkenal ditengah keramaian
kota Jogja. Dengan blazer almamater abu-abu yang menyatu dengan keteduhan
dipagi itu, saya melangkah dari sebuah komplek kecil daerah Seturan dengan
penuh harapan akan hari itu ke kampus dimana saya selalu mengawali mimpi-mimpi
saya setiap hari. Universitas Kristen Duta Wacana.
Pagi itu menunjukan pukul 06.30 saat
saya tiba ke muara mimpi saya. Bersama beberapa teman, saya melanjutkan langkah
kaki saya ke sebuah bangunan kecil diantara gedung pembesar lainnya yang tak
jauh jaraknya dari muara mimpi saya. Sontak saya menggapai pagar hitam yang berdiri
kokoh sebelum langkah saya melanjutkan perjalanan mimpinya. Sambutan hangat
anak berusia lima tahun bernama Fian, dengan senyumnya yang begitu manis telah
mengawali kehangatan dipagi hari yang teduh itu. Dengan suara nyaringnya ia
memperkenalkan diri, tanpa berpikir panjang saya langsung menyambut hangat Fian
dan beberapa temannya yang begitu antusias melihat kedatangan saya dan
teman-teman saya.
Tak terasa saya sudah berada ditengah
kehangatan gedung kecil yang disebut taman kanak-kanak, satu per satu manusia kecil itu berdatangan, mereka
tidak sendiri. Ada malaikat yang begitu hangat senantiasa mengantarkan mereka
masuk kedalam gedung hangat ini. Senyum mereka satu per satu terlukis dengan
begitu manis hingga keteduhan pagi itu merasa malu melihat senyum manis mereka.
Setengah hari bersama mereka terasa begitu cepat, disetiap detiknya satu per
satu anak senantiasa menghampiri saya. Mereka tidak meminta apa-apa, mereka
hanya datang, duduk dan sedikit menceritakan pengalaman mereka, yang bagi orang
dewasa itu adalah hal yang sangat tidak perlu untuk diceritakan. Mereka tidak
meminta kita untuk mengomentari setiap hal yang mereka ceritakan, mereka hanya
ingin didengar, kita sebagai orang dewasa cukup duduk dan mau untuk
mendengarkan mereka. Hal sesederhana inilah yang mereka butuhkan dari setiap
orang dewasa.
Bukan mainan, bukan makanan atau
bahkan fasilitas bak kerajaan yang anak-anak inginkan dari orang dewasa, namun
mereka hanya ingin didengar, sebagai mana mereka adalah manusia. Makhluk social
yang tidak hanya dikendalikan begitu saja oleh orang dewasa, tidak hanya sebuah
boneka yang kita bentuk sesuai kenginan kita. Dari seorang anak kecil bernama
Bunga, dengan dua ikat rambut dimasing-masing sisi kanan dan kiri telah
mengingatkan saya, bahwa seringkali kita lupa akan fungsi dari telinga kita,
dimana kita lebih memilih berbicara dan membuat pagi menjadi semakin dingin
hingga lupa bagaimana cara mendengar suara lembut manusia kecil yang senantiasa
memberi kehangatan dipagi yang teduh bahkan pagi yang begitu dingin. Saya ingin menutup refleksi ini dengan sebuah pertanyaan yang sudah tertulis jelas dijudul bacaan ini, yakni "Berfungsikah telingamu?" Tuhan memberkati...
Gubuk kecil dengan secangkir kehangatan~
a
BalasHapusSusah cari Situs judi online yang bisa di percaya...?
BalasHapusMari gabung di AGEN DOMINO
Bonus Refferal 15%
Bonus Turn Over 0,5%
Agen Judi Online Terbesar dan Terpercaya se asia
Daftar dan buktikan sendiri sekarang juga..
WHATSAPP : +855967136164
PIN BB : 2B13CFDA
PIN BB : E34BB179
LINE ID : @fjq9439d
LINE ID : sweetycandys